Showing posts with label Perternakan. Show all posts
Showing posts with label Perternakan. Show all posts

PERBANDINGAN AYAM KAMPUNG DAN AYAM NEGERI

PERBANDINGAN AYAM KAMPUNG DAN AYAM NEGERI

Mana Lebih Sehat, Konsumsi Ayam Kampung atau Ayam Negeri?

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Sehat Untuk Kita semua.

Ayam kampung dan ayam negeri sering dibandingkan mana yang lebih sehat untuk dikonsumsi. Temukan jawabannya disini, di biksen akuaponik blogspot!.

Di pasar-pasar tradisional, Teman-teman umumnya akan menjumpai dua jenis ayam, yaitu ayam kampung dan ayam negeri. Secara bentuk, tubuh ayam kampung lebih kecil ketimbang ayam negeri. Karena itulah, daging ayam negeri cenderung lebih banyak dan tebal dibandingkan ayam kampung. Akan tetapi, di antara dua jenis unggas ini, mana yang lebih sehat untuk dikonsumsi?

Ayam kampung vs ayam negeri

Daging ayam mengandung beragam nutrisi yang berguna bagi tubuh. Karena itu, bahan makanan ini sering dijadikan salah satu sumber protein utama dalam menu sehari-hari. Protein merupakan salah satu nutrisi makro (selain karbohidrat dan lemak) yang dibutuhkan manusia untuk dapat beraktivitas sehari-hari.

Jika Teman-teman masih ragu apakah akan memilih daging ayam kampung atau ayam negeri, yuk lihat perbandingan keduanya dari empat aspek ini.

Cara pemeliharaan

Pemeliharaan ayam kampung cenderung mudah karena tidak perlu perawatan intensif seperti ayam negeri. Peternak ayam tinggal menebar makanan di halaman dan ayam akan makan sendiri. Ayam kampung juga membutuhkan ruangan yang lebih luas karena akan banyak berjalan.

Unggas ini juga memiliki Food Convertion Ratio (FCR) yang lebih tinggi. FCR berarti ayam kampung membutuhkan makanan lebih banyak untuk diubah menjadi daging karena mereka banyak berjalan. Selain itu, makanan yang dimakan biasanya organik atau alami tanpa ada campuran bahan kimia.

Bagaimana dengan ayam negeri? Ayam negeri biasanya diternakkan untuk dijadikan bahan makanan. Perawatan intensif pun dilakukan agar mendapat kualitas daging yang baik. Ayam yang sering disebut broiler ini membutuhkan makanan lebih sedikit agar dapat menjadi gemuk karena memiliki FCR yang rendah.

Makanan yang diberikan biasanya mengandung campuran organik dan kimiawi. Selain itu, ayam negeri tidak membutuhkan ruangan yang besar. Satu ruangan bisa menampung ayam broiler dalam jumlah banyak.

Harga

Harga ayam kampung lebih mahal dari ayam negeri karena cara pemeliharaan yang kurang efektif, yaitu susah gemuk, butuh makanan lebih banyak, dan ruang yang luas. Selain itu, ayam kampung lebih organik dan lebih kaya gizi.

Di sisi lain, meski berukuran besar, harga ayam negeri lebih murah dari ayam kampung. Hal ini karena jumlah produksi ayam kampung terhitung cepat dan kebutuhan makannya lebih sedikit.

Daging

Daging ayam kampung berwarna lebih gelap dan lebih alot. Namun, rasa daging ayam kampung terasa lebih gurih. Hal tersebut karena dagingnya mengandung lebih banyak hemoglobin dari sel darah merah sehingga tinggi zat besi.

Sementara itu, daging ayam broiler cenderung berwarna putih kemerahan. Dagingnya lebih empuk dan kenyal sehingga lebih mudah dimasak dan dicerna. Selain itu, daging ayam negeri juga lebih tebal dibanding ayam kampung.

Kandungan gizi

Setiap 100 gram daging ayam kampung mengandung 246 kkal energi, 37,9 gram protein, 9 gram lemak. Tak hanya itu, zat besi juga lebih banyak terdapat dalam daging ayam kampung. Adapun, setiap 100 gram daging ayam negeri mengandung 295 kkal energi, 37 gram protein, 14,7 gram lemak.

Bisa dilihat, ayam broiler menghasilkan lebih banyak energi, tapi juga lebih tinggi lemak, terutama di bagian bawah kulit. Sementara ayam kampung, meski lebih sedikit dagingnya, lebih kaya zat besi.

Di sisi lain, ada kekhawatiran dari para ibu kalau ayam negeri telah disuntik hormon agar dagingnya lebih besar. Namun, hal ini tidak perlu dikhawatirkan lagi karena di Indonesia penyuntikan hormon pada unggas sudah dilarang.

Ayam kampung memang terdengar lebih sehat untuk dikonsumsi. Namun, apapun jenis yang Teman-teman pilih, daging ayam tetap merupakan sumber protein yang baik. Terbukti, kandungan protein di antara keduanya tidak terlalu jauh berbeda. Jadi, sudah putuskan hari ini mau makan ayam kampung atau ayam negeri?

Terimakasih sudah berkunjung ke biksen akupaonik blogspot.
Salam Sehat Untuk Kita semua.

Apabila yang ingin melihat video dari artikel ini silahkan di bawah ini videonya yaa..







CARA TERNAK KUTU AIR DIRUMAH



Assalaamu’alaikum
 Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sehat Untuk Kita Semua.
Cara Budidaya Kutu Air dan Peluang Usahanya – Bagi sebagian banyak orang, kutu air adalah sesuatu yang tidak berguna, bahkan bisa saja merugikan. Namun bagi penggemar ikan, kutu air bisa dijadikan sebagai pakan ikan-ikan hias. Tidak hanya itu, peluang bisnis dari budidaya kutu air juga sama menjanjikannya dengan ternak ikan hias. Terlebih lagi, ternak kutu air tidak memerlukan area yang besar, cukup dengan ember saja kamu bisa ternak kutu air. Bagi kamu yang tertarik dengan ternak kutu air, simak tulisan di bawah ini.

Apa itu Kutu Air

Menurut wikipedia, kutu air adalah sebutan awam bagi sejumlah krustasea kecil penghuni air. Kutu air bukan serangga dan tidak hidup sebagai parasit, sebagaimana banyak kutu yang hidup di luar air. Secara taksonomi, hewan yang disebut kutu air termasuk dalam genera Daphnia, Cyclops, Bosmina, dan Diaptomus.

Kutu air adalah hewan kecil air tawar yang masuk dalam klasifikasi makhluk zooplankton yang memiliki ukuran sangat kecil dengan bentuk tubuh hampir menyerupai udang. Perlu anda ketahui bahwa kutu air bukan termasuk ke dalam jenis serangga, meskipun namanya kutu melainkan makhluk air. Biasanya hewan kecil ini ada sungai, tambak, selokan, atau genangan genangan air. Warna tubuh kutu air biasanya kemerah-merahan atau hidjau yang bergerombol di area air tertentu.

Kutu air ini memiliki macam-macam jenis. Jenis kutu air yang bisa digunakan untuk pakan ikan hias adalah jenis moina, daphnia, dan chydorus. Kutu air jenis moina memiliki ukuran mencapai 1,8 milimeter jika dibiarkan 1 hari di dalam air.

Kemudian jenis kutu air Daphnia memiliki ukuran sekitar 0.2 sampai 5 milimeter dengan tubuh yang transparan. Sedangkan jenis kutu air chydorus memiliki ukuran sekitar 0.3 milimeter dengan bentuk tubuh yang tidak memiliki kaki dan antena dan menggunakan bulu-bulu pada badannya untuk bergerak.

Alasan mengapa jenis-jenis itu saja yang bisa digunakan sebagai pakan ikan hias karena jenis kutu air tersebut mudah ditemukan di daerah-daerah di Indonesia. Selain itu jenis kutu air tersebut sangat mudah dibudidayakan hanya dengan media yang sederhana. Jenis kutu air tersebut sudah terbukti mampu menambah asupan protein bagi ikan-ikan hias tanpa khawatir ada efek samping jika mengkonsumsi kutu air jenis tersebut.

Kutu Air Sebagai Sumber Makanan Ikan Hias

Kutu air adalah makanan hidup yang sering digunakan untuk akan ikan hias. Ukuran dari kutu air bisa mencapai setengah sentimeter. kutu air biasanya memakan alga yang mengambang bebas dan bakteri-bakteri yang ada di air. Kutu air juga dimakan oleh ikan-ikan besar air tawar, salamander dan serangga-serangga air.

Kutu air merupakan sasaran empuk bagi para ikan. Namun, kutu air bisa merubah perilakunya jika ikan ingin memangsanya. Jika kutu air mencium adanya bau ikan yang datang, mereka akan bersembunyi di tanaman-tanaman air. Namun, jika ikan-ikan sudah pergi dan menghilang, kutu air akan menyebar di sekitar permukaan air.

Cara Berkembang Biak Kutu Air

Kutu air berkembang biak dengan partenogenesis, reproduksi aseksual atau biasa dikenal dengan virgin birth dan melahirkan. Pada akhir musim panas, ketika makanan menjadi langka, kutu air jantan akan berkembang dan betina menghasilkan telur-telur yang harus dibuahi.

Sebagian spesies kutu air mempunyai siklus hidup berdasarkan reproduksi aseksual dan seksual. Sebagian besar musim pertumbuhan kutu air, kutu air betina akan bereproduksi secara aseksual. Kutu air betina akan menghasilkan banyak telur setiap kali mereka berganti kulit. Biasanya, kutu air betina memiliki satu atau dua telur di dalamnya. Namun, pada jenis kutu air yang lebih besar, kutu air betina bisa memiliki lebih dari dua telur.

telur-telur yang ada di perut betina akan menetas setelah satu hari dan tetap berada di dalam kantong induk kutu air betina selama sekitar tiga hari pada suhu 20 derajat celcius. Setelah itu, telur-telur akan dilepaskan ke dalam air selama 5-10 hari. Jika kondisi air buruk bisa lebih dari 10 hari sebelum mencapai usia dimana telur-telur itu berkembang dan siap untuk bereproduksi lagi. Jenis kelamin kutu air yang diproduksi secara aseksual biasanya betina.

Menjelang akhir musim pertumbuhan kutu air, cara reproduksi mereka akan berubah. Biasanya kutu air betina akan menghasilkan telur-telur yang keras atau biasa disebut dengan telur musim dingin. beberapa kutu air yang diproduksi secara aseksual akan berkembang menjadi kutu air jantan. Kutu air betina akan menghasilkan telur yang nantinya akan dibuahi oleh kutu air jantan.

Pada spesies tanpa kutu air jantan, telur telur juga diproduksi secara aseksual. Telur-telur yang beristirahat itu dilindungi oleh lapisan yang mengeras dan dibuang pada pergantian berikutnya. Lapisan tersebut bisa bertahan pada periode tertentu dan pada musim dingin yang ekstrim, kekeringan atau bahkan tidak tersedianya makanan. Ketika kondisi lingkungan membaik, telur-telur itu akan menetas menjadi kutu air betina.

Perilaku Kutu Air

Kutu air sangat tertarik pada cahaya. Jika hari sudah gelap, kutu air akan tenggelam ke dasar air. Kutu air sangat sensitif pada ion-ion logam. Di sisi lain, mereka sedikit sensitif terhadap perubahan temperatur. Meskipun mereka tidak terlalu sensitif terhadap temperatur, kutu air akan berhenti tumbuh pada suhu 30 derajat celcius.

Dimana Bisa Mendapatkan Kutu Air?

Kutu air biasanya diproduksi pada tahap terakhir dari pabrik pengolahan air limbah. Kutu air yang tumbuh di sana sangat berlimpah dan tentunya memiliki harga yang sangat murah. Namun, kutu air dari pabrik pengolahan air limbah biasanya tercemar dengan logam berat. Cara lain untuk mengumpulkan kutu air adalah dengan mengambil di danau menggunakan perahu. Namun perlu diperhatikan, kutu air di danau bisa membawa parasit seperti lintah.

Spesies Kutu Air

Dua spesies kutu air yang paling banyak ditemukan adalah Daphnia Pulex, kutu air yang kecil dan paling umum. Selain itu ada juga Daphnia Magna, kutu air yang berukuran lebih besar. kutu air adalah salah satu hewan dengan genus yang besar, mereka memiliki 200 spesies. Selain itu mereka dibagi lagi menjadi beberapa sub genus seperti Daphnia, Australia Daphnia, dan Cteno Daphnia. Setiap sub genus yang ada akan dibagi lagi menjadi beberapa kompleks spesies. Namun, pemahaman tentang spesies-spesies ini terhalang oleh hibridisasi, dan deskripsi taksonomi yang buruk.

Kutu air merupakan hewan dengan genus terbesar, yakni memiliki 200 jenis spesies. Hewan kecil ini kemudian masih dibagi lagi dalam beberapa sub genus, meskipun pemahaman spesies ini masih terhalang oleh hibridisasi dan deskripsi taksonomi kutu air yang masih buruk. Spesies yang paling banyak ditemukan di Indonesia adalah jenis kutu air berikut ini:

Daphnia : Kutu air berukuran mulai dari 0.2 hingga 5 milimeter dengan tubuh transparan.

Moina : Kutu air yang ukurannya bisa mencapai 1,8 milimeter hanya dalam 1 hari karena sifat telurnya yang mudah menetas

Cyclops : Kutu air yang memiliki 2 antena yang panjang

Chydorus : Kutu air berbentuk oval dan gemuk dengan ukuran tubuh sekitar 0,3 milimeter

Bosnia : Kutu Air dengan ukuran yang sangat kecil hanya 1-3 mikrometer

Diaptomus : Kutu air yang memiliki dengan satu bintik dan antena yang sangat lebar melebihi tubuhnya

Ceriodaphnia : Kutu air yang memiliki antena sangat untuk mereka bergerak

Bythotrephes : Kutu Air yang paling besar dengan ukuran tubuh bisa mencapai 15 milimeter. Kutu air jenis ini memiliki tulang belakang yang panjang dan berduri, sehingga tidak bisa digunakan untuk pakan ikan hias.

Umur Hidup Kutu Air

Spesies dari kutu air biasanya memiliki umur yang pendek. Umur kutu air secara individu tergantung pada faktor-faktor seperti suhu atau predator. Mereka biasanya hidup selama 13-14 bulan di danau yang dingin dan bebas ikan. Namun, dalam kondisi umum, umur kutu air bisa jauh lebih pendek, hanya sekitar 5-6 bulan.

Cara Budidaya Kutu Air

Setelah mengenal kutu air dari penjelasan di atas, bagaimana caranya membudidayakan kutu air sendiri? Kutu air ini bisa tumbuh seperti plankton. Mereka hidup bahagia dalam kelompok besar di dalam tangki atau bahkan ember. Maka dari itu kamu bisa membudidayakan kutu air sendiri untuk memberi makan ikan-ikan hias di rumah, kadal air dan juga serangga air.

Berikut adalah tahap-tahap untuk membudidayakan kutu air di rumah.

1. Mempersiapkan wadah untuk kutu air

Kutu air adalah makhluk air tawar yang bisa di simpan di wadah kecil atau bahkan wadah yang besar seperti tangki akuarium. Hal utama yang harus kamu perhatikan dalam membudidayakan kutu air di dalam tangki besar adalah luas permukaan yang lebih besar dibanding kedalaman tangki tersebut. Dengan kondisi tersebut akan membantu meniru lingkungan alami kolam air tawar atau habitat air tawa lainnya. Jadi, hal yang perlu kamu siapkan adalah wadah besar atau kecil dan pastikan tidak memiliki kedalaman yang lebih dibandingkan luas permukaannya.

Kamu tidak hanya menyiapkan sekedar wadah atau tangki namun kamu harus membuat ekosistem untuk kutu air hidup di sana. Kamu bisa menambahkan tanaman-tanaman air tawar alga, siput yang bisa membantu mereka untuk tumbuh pesat. Kutu air lebih suka hidup di atas permukaan air dibanding di dalam air, terutama kutu air yang berusia muda. Sebetulnya, kutu air bisa menjaga air tetap bersih layaknya udang air asin, namun jika kamu memiliki kutu air dalam jumlah banyak, air akan terlihat sangat keruh.

Wadah terbaik adalah kolam outdoor yang terkena sinar matahari. Kamu bisa menggunakan kolam terpal, kolam tanah, aquarium, sampai dengan kolam semen. Namun direkomendasikan menggunakan kolam tanah agar tidak gampang mati.

2. Tebar Kapur

Keringkan kolam selama 1-3 hari dan berikan dosis kapur sebesar 1-2 kg / m2. Fungsi kapur untuk menetralkan pH tanah dan menekan pantogen.

3. Masukan Pupuk Kandang

Sebelum dimasukkan air, berikan pupuk kandang dengan dosis 2 Kg/m2 dan diamkan selama 3 hari. Ini dimaksudkan agar nanti timbul plankton yang bisa menjadi pakan dari kutu air.

4. Isi Air

Setelah 3 hari dari pemberian pupuk, isi air setingggi 30cm dan diamkan hingga 3-5 hari sampai menjadi keruh dan cokelat. Warna cokelat pada air ini artinya plankton sudah berkembang di dalam air. Setelah itu isi kembali air hingga setinggi 50cm.

5. Tebar Bibit Kutu Air

Bibit kutu air bisa kamu dapatkan dengan mencari sendiri. Biasanya kutu air ada di atas genangan air. Kamu bisa membuatnya sendiri dengan cara meletakan sayuran-sayuran, ampas kedelai atau bisa juga dengan air susu dan teh ke dalam wadah yang sudah berisi air. Simpan sayuran-sayuran tersebut selama seminggu di dalam wadah yang berisi air. Setelah satu minggu, kotoran dari sayuran tersebut akan turun ke dasar. ketika kotoran dari sayuran yang layu sudah turun ke dasar wadah, bibit-bibit kutu air akan mulai bermunculan. Selain menggunakan cara tersebut, kamu bisa membeli bibit kutu air di toko ikan atau bahkan bisa kamu beli secara online.

Perhatikan selama 1 minggu jika koloni merah kutu air bertambah banyak berarti kamu sukses mengembangbiakkan kutu air.

6. Cara memanen kutu air

Memanen kutu air untuk memberi makan ikan atau hewan air lainnya caranya sangat mudah dan sederhana. Yang kamu butuhkan hanya jaring saringan halus dan wadah untuk memasukkan kutu air.

Caranya, masukan perlahan saringan ke dalam air, dan ambil kutu air sebanyak yang bisa ditampung oleh saringan tersebut. Kutu air biasanya berwarna coklat muda, jadi kamu bisa melihatnya dengan jelas. Angkat jaring dengan hati-hati dari tangki dan kocok dengan halus untuk menghilangkan sisa-sisa air. perlu diingat untuk melakukan ini denagn perlahan-lahan, jangan membuat gerakan yang terlalu cepat atau kasar. Hal ini akan membuat kotoran di dasar tangki terangkat ke permukaan, sehingga akan sulit mengambil kutu air yang ada di permukaan.

Kamu bisa mendapatkan kutu air dalam jumlah banyak hanya dengan beberapa kali ciduk. Setelah memanen kutu air, kamu bisa memasukan mereka ke dalam tangki ikan hias mu untuk diberi makan atau masukkan mereka ke dalam wadah kecil yang berisi air untuk menjadi suplai makanan ikan hias nanti.

Panenlah sebanyak yang kamu butuhkan. Kamu tidak akan menghancurkan populasi kutu air yang sudah kamu budidayakan, sehingga kamu bisa mengambil hasil panen sebanyak mungkin. Kutu air berkembang biak dengan sangat cepat. Memanen hasil budidaya kutu air justru akan membantu mencegah kerusakan dan membuat hidup kutu air menjadi lebih baik. Kutu air bisa berproduksi hanya dalam waktu delapan hari saja.

Bayi-bayi dari kutu air akan tumbuh dewasa dan mulai berkembang biak lagi. Satu kutu air bisa memiliki sepuluh anak. Jadi, ketika kamu memiliki 100 kutu air hari ini, kamu akan memiliki 1000 kutu air dalam delapan hari, dan begitu seterusnya.

Jangan lupa cuci terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ikan hias kesayanganmu.

Tips Dalam Budidaya Kutu Air

Selain cara budidaya kutu air yang tadi disebutkan, ada beberapa tips yang sebaiknya kamu perhatikan agar lebih mudah dalam membudidayakan kutu air.

1. Atur Suhu Air

Untuk suhu air di dalam tangki, usahakan untuk tidak lebih atau kurang dari 20 derajat celcius. Wonder shell bisa kamu tambahkan atau juga tanaman air duckweed untuk meningkatkan kandungan mineral dan elektrolit air. Wonder shell akan membuat air menjadi sedikit lebih keras dan merupakan dechlorinator. Hal ini sebetulnya cukup penting karena kutu air bisa mati akibat kandungan klorin. Jadi pastikan kondisi air untuk tempat tinggal kutu air dengan benar.

2. Mengganti Air

Kamu bisa mengganti air di dalam tangki satu bulan sekali. Lakukan dengan mengeluarkan setengah air dari tangki atau wadah tempat tinggal kutu air dan ganti dengan air bersih yang sudah di deklorinasi. Sebetulnya lebih bagus lagi jika kamu menambahkan air dari ikan segar tangki lain atau air dari kolam ikan mu sendiri. Kutu air sangat fotosensitif, atau sensitif terhadap cahaya, jadi sangat bagus jika kamu menambahkan cahaya di tangki atau wadahmu.

3. Penempatan Wadah Untuk Kutu Air

Perlu diingat bahwa penempatan tangki atau wadah sangatlah penting. Banyak dari pembudidaya kutu air meletakan tangkinya di luar ruangan. Namun sebaiknya letakan tangki atau wadah di dalam ruangan. Hal ini disebabkan karena perubahan suhu di dalam ruangan lebih sedikit dibanding perubahan suhu di luar ruangan.

Di dalam ruangan juga tidak ada larva atau nyamuk yang hinggap, sehingga telur-telur nyamuk bisa saja berubah menjadi larva yang akan tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Selain itu jika meletakan tangki di dalam ruangan, kamu tidak akan menemukan masalah dengan spesies lain seperti Copepoda.

Jika kamu kesulitan menggunakan kolam tanah di luar ruangan, maka cara ini direkomendasikan karena tidak banyak faktor lain yang mengganggu perkembangan kutu air.

4. Aerasi tangki

Apakah aerasi tangki atau wadah adalah hal yang harus dilakukan jika ingin membudidayakan kutu air? Sebetulnya banyak sekali informasi yang bertentangan. Aerasi air akan memberikan hasil yang lebih bagus, jadi aerasi tangki sangat disarankan jika kamu ingin membudidayakan kutu air.

Gelembung-gelembung air yang berukuran sedang dapat memiliki konsistensi yang cukup cepat. ketika kamu meletakkan aerasi di salah satu ujung tangki, kutu air akan berenang ke ujung lainnya jika mereka menginginkan air yang lebih tenang. Hal ini akan membantu dalam menjaga air tetap mengalir. Aerasi lebih disukai dibanding air yang tergenang begitu saja.

Sebetulnya ini sangat masuk akal, karena di alam liar, kutu air yang hidup di kolam atau sungai yang mengalir akan berkembang lebih baik dibanding di air yang tidak mengalir. Jadi, memakai aerasi tangki sangat membantu pertumbuhan kutu air. Aerasi juga bisa memecahkan masalah lain seperti, mencegah tanaman air tawar mengambil alih atau gelembung-gelembung konstan yang diciptakan dari aerasi bisa membersihkan tangki.

5. Udang dan Siput di tangki

Jika kamu memiliki tangki yang besar untuk membudidayakan kutu air, kamu tidak hanya bisa meletakan tanaman-tanaman air tawar, kamu bisa menambahkan siput dan udang di dalamnya. Beli lah udang dan siput yang tidak akan memangsa kutu air. udang dan siput ini juga berguna untuk membersihkan dasar tangki dan memakan ragi-ragi atau partikel kecil-kecil lainnya.

6. Cara memberi makan kutu air

Di habitat alami kutu air, mereka biasanya akan memakan flora bakteri, alga dan makhluk plankton kecil lainnya yang memiliki ukuran lebih kecil dari mereka. Jika kamu membudidayakan kutu air di rumah, kamu bisa memberikan kutu air ragi kering yang aktif ke dalam tangki. Ragi yang diberikan adalah ragi yang sama untuk membuat roti atau kue. Cara memberi ragi untuk makan kutu air adalah dengan mencampurkan ragi dengan sedikit air untuk mengaktifkan ragi. Aduk-aduk sehingga ragi dan air tercampur dengan baik. Pakan untuk kutu air sudah siap dan bisa diberikan.

Selain menggunakan ragi untuk kue, kamu bisa menggunakan bubuk spirulina. Bubuk spirulina adalah makanan super alga. Bubuk spirulina ini bisa merubah air di dalam tangki menjadi kehijauan. Untuk memberi makan kutu air kamu juga bisa menggunakan pupuk kandang secukupnya, dan biarkan hingga beberapa hari. Kamu juga bisa memberi makan kutu air dengan limbah cair tahu atau tepung terigu dan eceng gondok.

7. Seberapa Sering Diberi Makan

Seberapa sering kutu air harus diberi makan dalam sehari, sangat tergantung pada kondisi air yang ada di dalam tangki atau wadah. Setelah air kembali jernih itulah saatnya untuk memberi makan kutu air. Taburkan kembali pakan-pakan untuk kutu air yang sudah disebutkan di atas. Kutu air akan kembali aktif pada saat diberi makan. Kutu air juga memakan alga, jadi kamu bisa membudidayakan tanaman hijau air tawar di sepanjang tangki atau wadah.

Jangan takut untuk menambahkan banyak bubuk ragi atau spirulina ke dalam air, kutu air akan memakan mereka dengan lahap. Semakin kecil tangki yang kamu gunakan, akan semakin cepat kutu air untuk membersihkannya.

Peluang Usaha Budidaya Kutu Air

Harga kutu air dibanderol sekitar Rp. 20.000 / 3 sendok makan. Berdasarkan pengakuan dari Dike Anggrianto asal Malang, Jawa Timur yang sekarang memiliki 15 kolam berukuran  2 x 2 meter persegi sampai 3 x 19 meter persegi.

Ia dapat memanen sebanyak 3-4kg kutu air setiap harinya dan bila di kalkulasikan ia mengantongi omzet sebesar 1.8Jt / hari.

Yang mau menonton video mengenai Cara  ternak kutu air di rumah silahkan di bawah ini videonya.


Terimakasih sudah berkunjung ke biksen akuaponik Blogspot. Salam Sehat Untuk Kita Semua.
Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,




SEJARAH PETERNAKAN DAN PERTANIAN DI DUNIA

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
salam sehat untuk kita semua
Siapa pertama kali yang melakukan budidaya ?
Pertanian dan peternakan di dunia ?
Hewan dan Tanaman Apa yang di Budidaya ?
Ikutin terus artikel ini untuk mengetahuinya.

Dilansir dari website nya  National Geographic,  Revolusi Pertanian Berawal sekitar 12.000 tahun yang lalu.  Pertanian memicu perubahan  besar mengubah cara hidup orang di masyarakat yang dijuluki sebagai "Revolusi Neolitik" atau Revolusi Pertanian (Pertama).
Gaya hidup pemburu binatang dan pengumpul tanaman tradisional,  yang anut oleh manusia pada jaman itu, lambat laun mulai disingkirkan demi menyongsong Gaya hidup  pemukiman permanen dan persediaan makanan yang dapat diandalkan. Dari konsep pertanian dan peternakan lah, kota dan peradaban tumbuh,  karena tanaman dan hewan dapat dibudidayakan  untuk memenuhi kebutuhan masayarakat setempat. 
Populasi manusia di dunia meroket dari sekitar lima juta orang pada 10.000 tahun lalu, menjadi lebih dari tujuh miliar orang di saat ini.
Ada berbagai penyebab yang membuat orang bertani di berbagai belahan dunia. Di belahan Timur Dunia misalnya, diperkirakan bahwa perubahan iklim pada akhir zaman es berakhir  membawa kondisi musiman yang mendukung tanaman berkambang lebih baik, misalnya seperti sereal liar.
Di tempat lain, seperti di Asia Timur, kebutuhan pangan yang semakin meningkat, sedangkan ketersedian di alam semakin menipis memaksa orang dijaman itu untuk menemukan solusi
memenuhi kebutuhan pangan nya sendiri, dengan cara menanam sendiri tanaman pangan nya.
Tapi apa pun alasannya, asal mulanya manusia melakukan budidaya tanaman karena manusia pada jaman itu ingin hidup mandiri. 
Berdasarkan bukti-bukti temuan berupa benda masa lampau, Ditemukan Bukti tanaman sereal seperti, gandum, jelai, dan kacang polong terlacak di wilayah Timur Dekat. Sereal ditanam di Suriah pada 9.000 tahun yang lalu, sedangkan buah ara ditanam lebih awal.
Buah tanpa biji prasejarah (buah Ara) yang ditemukan di Lembah Yordan menunjukkan bahwa pohon ara ditanam sekitar 11.300 tahun yang lalu.
Meskipun transisi dari pemanenan liar terjadi secara bertahap, peralihan dari cara hidup nomaden ke menetap ditandai dengan munculnya desa-desa Neolitik awal dengan rumah-rumah yang dilengkapi
dengan batu gerinda untuk memproses biji-bijian.
Beras dan millet berasal dari periode Neolitik yang sama di Cina. yaitu sekitar 9000 tahun lalu, Sawah tertua di dunia yang diketahui, ditemukan di Cina timur pada tahun 2007, dengan bukti teknik budidaya kuno seperti saluran pengairan, pengendalian banjir dan kebakaran.

Di Meksiko, penanaman labu dimulai sekitar 10.000 tahun yang lalu, tetapi jagung harus menunggu mutasi genetik alami untuk dipilih oleh leluhurnya yang liar, teosinte.
Sementara tanaman mirip jagung yang berasal dari teosinte tampaknya telah dibudidayakan setidaknya 9.000 tahun yang lalu, tongkol jagung pertama yang ditemukan berumur sekitar 5.500 tahun yang lalu.
Jagung kemudian mencapai Amerika Utara, di mana bunga matahari yang juga mulai dibudidayakan
sekitar 5.000 tahun yang lalu. Ini juga saat penanaman kentang di wilayah Andes di Amerika Selatan dimulai.

Hewan Ternak, Seperti, Sapi, kambing, domba, dan babi semuanya memiliki asal usul sebagai hewan ternak yang disebut dengan The Fertile Crescent atau Bulan Sabit Subur, wilayah yang meliputi Turki timur, Irak, dan Iran barat daya. Wilayah ini memulai Revolusi Neolitik. Tanggal domestikasi hewan ini berkisar antara 13.000 hingga 10.000 tahun yang lalu. Domestikasi merupakan pengadopsian tumbuhan dan hewan dari kehidupan liar ke dalam lingkungan kehidupan sehari-hari manusia. Dalam arti yang sederhana, domestikasi merupakan proses "penjinakan" yang dilakukan terhadap hewan liar.
Sejarah peternakan hewan sangat terkait dengan perkembangan peradaban manusia itu sendiri. Manusia telah memelihara dan memelihara hewan untuk berbagai keperluan selama ribuan tahun. 

Berikut adalah gambaran umum sejarah hewan ternak di dunia :

Domestikasi Awal : Domestikasi hewan dimulai sekitar 10.000 tahun yang lalu selama Revolusi Neolitik.
Di berbagai wilayah di dunia, manusia purba mulai menjinakkan dan membiakkan hewan liar untuk makanan, tenaga kerja, dan sumber daya lainnya. Beberapa hewan peliharaan paling awal termasuk kambing, domba, sapi, babi, dan ayam.

Masyarakat Pertanian : Saat masyarakat manusia beralih dari gaya hidup pemburu-pengumpul ke komunitas pertanian yang menetap, ternak hewan memainkan peran penting. Ternak menyediakan sumber makanan yang dapat diandalkan melalui susu, daging, dan telur. Mereka juga berfungsi sebagai sumber tenaga kerja untuk membajak ladang dan mengangkut barang.

Peradaban Kuno : Dalam peradaban kuno seperti Mesopotamia, Mesir, dan Lembah Indus, ternak memainkan peran penting dalam perekonomian mereka. Kepemilikan ternak menunjukkan kekayaan dan status sosial, dan hewan ini sering digambarkan dalam karya seni dan ritual keagamaan. Orang Mesir, misalnya, memuja ternak dan menyembah dewa-dewa yang terkait dengannya.

Ekspansi dan Perdagangan: Dengan maraknya jaringan perdagangan, teknik peternakan dan peternakan tersebar di berbagai daerah. Hewan dipertukarkan antar peradaban, yang mengarah pada pengenalan ras baru dan praktik pertanian yang lebih baik. Jalur Sutra, misalnya, memfasilitasi pertukaran ternak antara Asia dan Eropa. 

Eropa Abad Pertengahan: Selama Abad Pertengahan, ternak tetap penting bagi ekonomi feodal Eropa. Sapi, domba, dan kuda sangat penting untuk pertanian, transportasi, dan peperangan. Sistem manorial sering termasuk perkebunan besar dengan lahan penggembalaan yang luas untuk ternak.

Revolusi Industri: Revolusi Industri pada abad ke-18 dan ke-19 membawa perubahan signifikan pada praktik peternakan. Kemajuan di bidang pertanian dan teknologi, seperti mekanisasi pertanian dan pengembangan transportasi kereta api, menyebabkan peningkatan produktivitas dan pemusatan ternak dalam skala operasi yang lebih besar.

Industri Peternakan Modern: Pada abad ke-20, industri peternakan mengalami transformasi lebih lanjut dengan munculnya peternakan hewan intensif. Metode industri peternakan, seperti pabrik peternakan dan tempat pemberian pakan, menjadi tersebar luas, didorong oleh permintaan daging, susu, dan produk hewan lainnya. Kekhawatiran Lingkungan dan Etika: Seiring waktu, muncul kekhawatiran mengenai dampak lingkungan dan pertimbangan etis dari peternakan hewan skala besar. Masalah seperti penggundulan hutan, emisi gas rumah kaca, polusi air, dan kesejahteraan hewan telah  mendorong seruan untuk praktik yang lebih berkelanjutan dan manusiawi, termasuk pertanian organik, sistem jarak bebas, dan alternatif berbasis tanaman. Penting untuk dicatat bahwa sejarah ternak hewan itu kompleks dan beragam di berbagai wilayah dan budaya.
Praktik spesifik dan pentingnya ternak dapat bervariasi tergantung pada faktor budaya, agama, dan sosial ekonomi.

yang mau menonton videonya silahkan di bawah ini yaa...




Demikian sekilas mengenai sejarah pertanian dan peternakan yang dilakukan manusia di muka bumi in.
Terimakasih sudah berkunjung ke blogspotnya biksen akuaponik jangan luap follow blogspotnya biksen akuaponik yaa.

Salam sehat untuk kita semua
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Apa Itu Hewan Ternak & Bagaimana Cara Merawatnya

 Apa Itu Hewan Ternak & Bagaimana Cara Merawatnya


Asslamualaikum wr wb
Salam Sehat untuk kita semua

Hewan Ternak adalah hewan yang dipelihara dari segala aspek untuk dibiakkan dengan tujuan produksi untuk menghasilkan telur, susu, daging, dan lainnya. Ada banyak hewan yang bisa diternak tergantung dengan daerah asal, budaya, dan topografi.

Di Indonesia, peternakan sering dilakukan pada kelompok hewan unggas, seperti ayam, bebek, itik dan mamalia, seperti, sapi, kambing, babi, dan domba. Selain itu, berbagai jenis serangga hingga reptil juga bisa diternak, namun untuk diperjual belikan bukan dikonsumsi.

Hewan ternak memiliki cara khusus untuk perawatan dengan baik. Perawatan hewan ternak dibutuhkan untuk menjaga kesehatan hewan, menjaga pola makan hewan, hingga kecukupan nutrisi hewan ternak. Lalu, bagaimana cara merawat hewan ternak dengan baik? Simak penjelasan berikut ini.

Cara Merawat Hewan Ternak

Perawatan hewan ternak perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas hewan. Kualitas hewan akan meningkat agar bisa berkembang biak dengan nyaman dan memiliki kesehatan yang stabil. 

Cara merawat hewan ternak tidak cukup sulit, lho. Untuk lebih jelasnya, simak cara merawat hewan ternak dengan baik berikut ini.

1. Memiliki Peralatan Ternak

Memiliki Peralatan Ternak

Cara pertama yang diperlukan untuk merawat hewan ternak adalah memiliki peralatan ternak. Hal ini sangat dibutuhkan saat membersihkan kandang, mengambil telur-telur, hingga memberi pakan atau minum hewan ternak.

Peralatan ternak meliputi wadah pakan atau minum, ember, gayung, sekop, selang, dan lainnya. Selain peralatan manual, kamu juga bisa berinvestasi dengan membeli peralatan pemerah susu sapi yang nyaman atau alat penetas telur dengan kecanggihan teknologi untuk efektivitas tinggi. 

2. Membuat Kandang Ternak

Setelah mempunyai peralatan ternak, kamu harus membuat kandang ternak terbaik untuk kenyamanan hewan-hewan ternak. Biasanya, kandang dikelompokkan sesuai jenis hewan yang tersedia di peternakan. Pengelompokan ini dilakukan agar perawatan, pengambilan telur atau susu, hingga perhitungan jumlah hewan ternak dapat dilakukan dengan mudah.

Kandang hewan ternak memiliki beberapa jenis, kamu bisa membuat kandang tertutup yang terbuat dari sebuah bangunan atau kandang terbuka yang memiliki rumput-rumput liar yang dibatasi dengan pagar.

Kandang harus memiliki sirkulasi udara yang baik, sumber air yang cukup dan kebersihan yang terjaga. Selain itu, jumlah hewan yang ada di dalam kandang ternak harus seimbang, tidak boleh terlalu penuh.

3. Memberikan Pakan Ternak

Seorang peternak wajib untuk memberikan pakan gandum atau rumput kepada hewan-hewan ternak secara teratur. Namun, jika kamu beternak ayam, kamu bisa berikan pelet atau pakan jagung untuk sehari-hari.

Gunakan rak atau wadah pakan bersih yang disimpan di depan kandang saat memberikan pakan. Selain itu, kamu juga bisa langsung memberikannya kepada hewan ternak dengan cara berkeliling untuk meningkatkan hubungan positif antara peternak dan hewannya.

Setelah memberikan pakan, pastikan hewan ternak untuk minum di genangan atau tempat air yang bersih.

4. Rajin Membersihkan Kandang Ternak

Membersihkan kandang ternak sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan hewan ternak dan menjaga kesehatan kita sebagai peternak.

Kandang hewan yang bersih akan meminimalisir penyebaran penyakit, terhindar dari virus, dan juga bakteri.

Selain itu, kandang yang bersih akan memberikan kenyamanan untuk hewan ternak, dan menghindari hewan ternak menjadi stres.

5. Memberikan Nutrisi yang cukup

Seringkali peternak akan bekerja sama dengan ahli gizi dan dokter hewan untuk mendapatkan formulasi yang tepat untuk kebutuhan nutrisi hewan. Penting untuk dicatat bahwa kebutuhan nutrisi hewan juga ditentukan oleh beberapa faktor penting, seperti usia, kondisi kesehatan (sakit, kehamilan), dan faktor lainnya. 

Untuk sebagian besar, nutrisi akan meningkatkan kualitas hewan ternak yang menghasilkan produk hewani, seperti produksi susu pada sapi dan kambing atau telur ayam.

6. Memperhatikan Kesehatan Hewan Ternak

Setiap makhluk hidup juga pasti pernah terjangkit penyakit, termasuk hewan. Meskipun sebagian besar hewan memiliki sistem kekebalan yang kuat, memperhatikan kesehatan hewan ternak merupakan sebuah keharusan.

Mengingat bahwa sebagian besar hewan ternak akan berada di lingkungan yang sama dengan hewan lain, penyakit dapat dengan mudah ditularkan. Sangat penting untuk kamu memvaksin hewan ternak atau segera menghubungi dokter hewan jika ada gejala-gejala penyakit yang dialami oleh hewan.

Nah, itu dia teman-teman penjelasan tentang hewan ternak dan cara merawatnya dengan baik untuk menghasilkan hewan ternak yang berkualitas. Kamu bisa merawat kambing, bebek, sapi, ayam, domba, hingga kuda dengan cara-cara di atas. Sebelum merawat hewan ternak, pastikan kamu mempersiapkan beberapa peralatan ternak dan juga kandangnya untuk memberikan perawatan terbaik.

Terimakasih sudah berkunjung biksen akuaponik jangan lupa folow yaa.

Salam Sehat untuk kita semua
Asslamualaikum wr wb

Penacatatan Laporan ternak ayam broiler kemitraan dalm format excell dan bisa di download filenya

Penacatatan Laporan ternak ayam broiler kemitraan dalm format excell dan bisa di download filenya

Asslamulaikum wr wb

Salam Sehat untuk kita semua

Pencataan Excell tentang peternakan ayam broiler kemitraan ini temen bisa lihat video nya di bawah ini :


Apabila sudah menonton, silahkan download file excell nya kalau teman teman berminat :

link download file, sebelum downoad.. follow dulu dong blogspotnya biksen.. klik aja tulisan ini yaa

Oke.. terimakasih sudah berkunjung ke blogspotnya biksen 

Salam Sehat untuk kita semua

Asslamulaikum wr wb

CARA TERNAK AYAM PEDAGING (BROILER)

 

Assalamualaikum wr wb

Salam sehat untuk kita semua

Ternak ayam potong. Sebenarnya dari dulu saya kurang begitu suka dengan ternak ayam, karena kalau saya berada di dekat kandang ayam tercium bau kandang dan kotoran ayam nya yang membuat saya tidak suka. Akan tetapi setelah saya berkunjung ke kandang teman yang mau di jual, saya mulai tertarik ternak ayam, karena di kandang nya tidak tercium bau ayam dan yang menggiurkan adalah cerita dari teman bahwa keuntungan dari usaha tersebut yang nilainya fantastis. Dari cerita teman tersebut dengan memelihara ternak ayam sebanyak 80.000 ekor, keuntungan yang di dapat berkisar 350 jt s/d 450 jt per 35 Hari.

Sekarang kita cari tahu bagaimana cara ternak ayam pedaging atau ayam boiler tersebut.

Selamat Membaca dan semoga bermanfaat yaa.

Untuk memulai ternak ayam pedaging pertama yang harus kita sediakan tentunya adalah kandang ayam nya.

Kandang ayam untuk ayam potong atau ayam boiler terdapat 3 Tipe Kandang yaitu:

kandang open house (terbuka),

close house (tertutup)

dan semi close house (terbuka-tertutup).

Tipe Kandang Open House (Terbuka)

Berdasarkan namanya, tipe kandang ayam broiler jenis open house adalah jenis kandang ayam yang memiliki dinding terbuka.

Terdapat beberapa tipe kandang ayam broiler jenis open house yang harus kamu tahu. Berikut ini penjelasan jenis-jenis kandang ayam open house

Kandang Ayam Panggung

Tipe kandang ayam panggung lantai dasar kandangnya berada di atas permukaan tanah dengan ketinggian tertentu. Jenis kandang ayam ini biasa dipilih oleh peternak yang berada di tempat bersuhu tinggi.

Kandang Ayam Postal

Berbeda dengan tipe kandang ayam panggung, lantai dasar kandang postal berada tepat di permukaan tanah.

Tipe Kandang Close House (Tertutup)

Tipe kandang ayam broiler yang umum digunakan adalah tipe close house atau jenis kandang tertutup.

Tipe kandang ayam broiler jenis close house juga sangat bergantung pada kinerja mesin. Jika mesin bermasalah, maka ayam broiler dalam kandang akan terkena dampaknya. Adapun tipe kadang ayam close house terdiri dari dua jenis, berikut penjelasannya.

Kandang Ayam Tunnel Ventilation System

Tipe kandang ayam broiler modern pada jenis close house dengan sistem tunnel memiliki prinsip seperti terowongan. Dimana udara masuk melalui bagian depan dan mengalir di sepanjang kandang menuju bagian belakang, kemudian dikeluarkan dengan exhaust fan.

Kandang Ayam Cross Flow

Tipe kandang cross flow mengalirkan udara yang masuk ke exhaust fan secara tegak lurus terhadap panjang bangunan. Ini karena exhaust fan terpasang di setiap sisi dan inlet (udara masuk) berada tepat di posisi berseberangan.

Tipe Kandang Semi Close House (Terbuka-Tertutup)

Tipe kandang ayam broiler jenis semi close house adalah inovasi tipe kandang open house dengan penambahan alat tertentu. Dikatakan semi close house karena tipe kandang ini terbuka untuk memperoleh cahaya matahari di siang hari, tapi tetap terfilter.

Setelah menentukan jenis kandang yang akan kita gunakan, maka langkah selanjutnya adalah menenukan ukuran kandang ayam.

Mengapa ukuran bersifat penting ? Karena dari ukuran kandang kita dapat mengetahui seberapa banyak ayam yang aka kita budidayakan dan pada akhirnya kita bisa mempersiapkan seberapa besar modal yang harus kita persiapkan.

Ukuran Ideal Kandang

Di Indonesia, kebanyakan para peternak mengisi tiap meter persegi (m2) dengan 8 sampai 12 ekor ayam potong broiler. Untuk tinggi kandangnya sendiri biasanya berada pada kisaran 2,25 sampai 2,5 meter. Untuk lebarnya itu biasanya 4 sampai 8 meter dengan panjang kandang disesuaikan dengan lahan tersedia atau sesuai dengan keinginan.

Tingkat Kepadatan Populasi

Nah, selain ukuran kandang kita juga perlu mengetahui tingkat kepadatan populasi berdasarkan umur ayam. Untuk menentukan jumlah kepadatan suatu kandang kita bisa menggunakan hitungan berikut:

                Umur Populasi

Kepadatan Ayam (m2)

1 Hari – 1 Minggu

40 – 50 ekor

1 Minggu - 2 Minggu

20 – 25 ekor

> 2 Minggu

8 – 12 ekor

Demikan tingkat kepadatan yang ideal atau bisa ditoleransi agar suhu kandang tidak cepat panas. Tubuh ayam broiler pun tidak akan cepat kehilangan energinya akibat panas yang berada di dalam kandang, sebaiknya diawal budidaya dilakukan minimal kepadatan ayam yang di pilih untuk meminimalisir kematian.

DOC Ayam Broiler

Doc merupakan singkatan dari Day Old Chick yang merupakan istilah untuk anak ayam yang berumur satu hari.

DOC broiler Berat DOC ayam potong/ broiler paling ideal yaitu 39 gram. Pembelian bibit DOC per box isi 100 ekor. Kadang-kadang penjual bibit memberi lebih sekitar 2-5 ekor bibit per box-nya.

Lalu apa saja jenis-jenis DOC ayam broiler dan mana yang paling baik dibudidayakan di Indonesia? Perkembangan teknologi perkawinan dan genetika dalam menghasilkan DOC ayam broiler sangat berubah pesat. Dari waktu ke waktu setiap DOC mengalami peningkatan kualitas.

Beberapa jenis DOC ayam broiler yang sering dibudidayakan di Indonesia seperti:

DOC Cobb

Jenis ayam pedaging yang paling banyak dikembangbiakkan di Indonesia. DOC Cobb berasal dari persilangan bangsa ayam Plymouth Rock USA dengan White Cornish. Ciri-ciri secara fisik DOC cobb yaitu terdapat DOC berbulu hitam diantara DOC yang berwara kuning. Jenis ayam ini memiliki kelebihan memiliki titik tekan pada perbaikan FCR, pengembangan genetik diarahkan pada pembentukan daging di bagian dada, mudah beradaptasi dengan lingkungan tropis (heat stress) serta produksinya yang efisien (bobot badan 1,8 – 2 kg; FCR 1,65).

DOC Ross

Asal-usul jenis ayam ini berasal dari persilangan bangsa ayam Cornish dengan bangsa ayam yang berasal dari Inggris. DOC ini memiliki ciri warna bulu kuning. Jenis ini memilki keunggulan yaitu FCR yang efisien, laju pertumbuhan yang lebih cepat, daya hidup lebih bagus, dan berfokus pada pengembangan kekuatan kaki sebagai penyeimbang berat badan.

DOC Hybro

Ayam Hybro ini berasal dari pembibitan Euribrid yang berpusat di Belanda. Ayam ini unggul pada kekuatan dan daya hidup, mampu menjaga keseimbangan antara sifat broiler dengan breeder, memiliki performa bagus pada iklim tropis, serta tahan terhadap penyakit ascites dan fokus pengembangan genetik pada hasil maupun produk karkas.

DOC Lohmann

DOC Lohman banyak ditemukan di pasaran dengan kode MB202 yang diproduksi oleh Japfa. Keunggulannya antara lain Berperforma tinggi, pertumbuhan Berkualitas dengan FCR yang bagus, dan Menghasilkan karkas yang seimbang.

Cara Pemberian Pakan dan Minum Ayam Potong/Broiler

Pemilihan Jenis Tempat Pakan

Tempat pakan dan minum ayam juga perlu diperhatikan. Tempat pakan berfungsi agar pakan tidak tercecer. Tempat pakan berbeda antara ayam kecil dan ayam besar. Berikut adalah beberapa jenis tempat pakan ayam:

Feeder Chick Tray

Feeder Chick TrayFeeder chick tray merupakan tempat pakan untuk DOC dengan bentuk seperti nampan untuk memudahkan DOC makan. Feeder chick tray dapat digunakan DOC sampai ayam umur tujuh hari. Pergantian feeder chick tray ke tempat pakan galon dilakukan secara bertahap dengan tujuan untuk memberi kesempatan pada ayam supaya dapat beradaptasi dan mampu menjangkau pakan di galon terlebih dahulu secara sempurna. Kelemahan dari tempat pakan ini adalah pakan mudah sekali tercampur dengan sekam atau kotoran ayam sehingga harus sering dibersihkan.

Baby Chick Feeder

Baby Chick FeederBaby chick feeder biasa digunakan untuk DOC hampir sama dengan feeder chick tray. Kelebihannya dibanding dengan feeder chick tray yaitu sekam dan kotoran ayam pada baby chick feeder tidak mudah masuk dan tercampur dengan pakan. Dengan demikian, pakan lebih bersih dan tidak mudah tercecer.

Tempat pakan galon (tabung) / gantung (hanging feeder)

hanging feeder Tempat pakan galon terdiri atas bagian piringan dan tabung yang dikaitkan oleh kawat. Tingginya bisa diatur sesuai dengan umur ayam sehingga bisa mengatur sedikit atau banyaknya pakan yang keluar dari piringan. Tempat pakan galon digunakan ketika broiler sudah berumur tujuh hari. Namun, bagian yang dipakai awalnya adalah piringannya saja, lalu secara bertahap dipasang tabungnya dan digantung sesuai dengan tinggi ayam. Ada tiga ukuran galon, yaitu 7 kg, 5 kg, dan 3 kg.

Tempat Pakan Ayam Otomatis (Pan Feeder System)

Tempat Pakan Otomatis (Pan Feeder System) – adalah tempat Pakan Dengan teknologi Terbaru Yang Berfungsi untuk mendistribusikan Pakan ke pada ayam secara berkala dengan otomatis, Sehingga mengurangi terjadinya kesalahan manusia (Human error). Sehingga bobot ayam tetap terjaga. pergerakan pakan dibantu oleh motor listrik.

Pemilihan Jenis Tempat Minum

Untuk memenuhi kebutuhan air pada broiler, diperlukan tempat minum dengan jumlah yang cukup dan kondisi yang baik. Berikut adalah beberapa jenis tempat minum ayam:

Tempat Minum Manual

Tempat minum ini digunakan saat ayam baru datang sampai umur sekitar 6 hari tergantung perkembangan ayam, setelah ayam bisa minum ditempat minum yang besar tempat minum ini tidak lagi digunakan. Kapasitas tempat minum ini mulai dari 3,6 -7,2  liter.

Tempat minum Ayam Otomatis

Tempat minum didesain otomatis air mengisi dengan sendirinya. ada 2 model tempat minum ayam otomatis. yaitu bell drinker dan nipple drinker.

bell drinker

nipple drinker

Pemeliharaan Ayam Pedaging

Ada beberapa cara dan proses yang harus dilakukan dalam memelihara ayam pedaging agar hasil daging bisa berkualitas. Karena itu, Kitaperlu mengawasi kondisi ayam Kita dari waktu ke waktu. Beberapa langkah tersebut bisa kita ikuti dengan beberapa langkah berikut ini:

Saat bibit ayam diterima, biasanya ayam akan terlihat lemas dan kelelahan akibat perjalanan. Untuk mengembalikan kondisi ayam, bisa menambahkan vitamin supaya ayam kembali fit.

Untuk minggu pertama, bibit ayam pedaging harus masuk dalam inkubator atau bisa juga menggunakan indukan.

Langsung berikan pakan dan minum air hangat dengan jenis pakan crumbles (butiran).

Untuk minggu kedua, suhu pemanas kandang bisa dikurangi dan jenis pakan yang digunakan masih berjenis crumbles (butiran).

Sedangkan pada hari ke-15 atau minggu ketiga, bibit ayam sudah tidak membutuhkan pemanas kandang.

Hari ke-22 atau minggu keempat, bulu ayam akan mulai tumbuh sehingga kebutuhan pakan bertambah sebanyak 2 kali lipat.

Untuk minggu kelima dan seterusnya, pembersihan kandang harus dilakukan dengan teratur sebab ayam sudah mulai menghasilkan kotoran yang banyak.

Suhu kandang juga penting untuk Kitaperhatikan. Sebagai tanda, Kitabisa memperhatikan pola ayam dalam kandang. Biasanya a yam akan bergerombol jika suhu terlalu dingin. Sedangkan jika ayam merasa suhu terlalu panas, mereka akan cenderung menjauh dari lampu. Kadang kala, ayam juga bisa mengalami sakit. Perhatikan apakah ada ayam yang menunjukkan gejala yang tidak biasa. Jika hal ini terjadi, segera pisahkan ayam tersebut dari kawanan supaya ayam-ayam lainnya tidak tertular. Jika diperlukan, ayam segera diberi vaksin supaya kembali sehat.

Pemberian Pakan dan Minum

Pakan merupakan penentu kualitas ayam yang Kita ternak. Perlu diperhatikan ayam pedaging juga harus mendapatkan nutrisi pakan yang cukup seperti lemak, protein, mineral, karbohidrat dan juga vitamin agar bisa menghasilkan daging yang berkualitas. Pakan ayam broiler yang paling banyak digunakan adalah pakan konsentrat atau BR namun juga bisa diberikan pakan berupa biji bijian dan juga bekatul. Apabila menggunakan pakan dari pabrik, seperti Comfeed, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam.

Keberhasilan panen ayam broiler 70% dipengaruhi pada pemberian pakan yang bagus. Selain itu, pakan juga menghabiskan biaya produksi terbesar. Efisiensi penggunaan pakan adalah faktor utama untuk  menentukan biaya per kilogram dari daging ayam.

Untuk ternak ayam potong sendiri pemberian pakan di bagi 2 kategori berdasarkan pertumbuhan ayam.

Tahap Pertama / Starter

Pemberian pakan dari umur 1 – 20 hari atau 1 hari sampai umur 3 minggu dengan kandungan gizi pakan meliputi protein 22 – 24%. lemak 2,5%, serat kasar 4%, kalsium (Ca) 1%, phospor (P) 0,7 – 0,9%, ME: 2800 – 3500 kkal/lg makanan.

Tahap Finisher / Tahap Akhir

Pada bagian ini umur 21 – panen. Kualitas pakan mengandung protein 18,1 – 21,2%, lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium (Ca) 1%, phospor (P) 0,7 – 0,9% dan energi (ME): 2900 – 3400 kkal/kg.

Kuantitas konsumsi pakan adalah sebagai berikut :

Minggu ke – 1 umur ayam 1 – 7 hari dengan pakan 15 gram/ekor/hari

Minggu ke – 2 umur ayam 8 – 14 hari dengan pakan 45 gram/ekor/hari

Minggu ke – 3 umur ayam 15 – 21 hari dengan pakan  50 gram/ekor/hari

Minggu ke – 4 umur ayam 22 – 28 hari dengan pakan 75 gram/ekor/hari

Minggu ke – 5 umur ayam 29 – 35 hari dengan pakan 100 gram/ekor/hari

Pemberian pakan untuk ayam potong tidak boleh dibatasi (adlibitum). Pastikan tempat pakan dan minum ayam potong selalu terisi agar berat badan ayam cepat bertambah.

Untuk ketinggian tempat pakan dan minum harus digantung setinggi dada ayam dan tempat air minum harus dicuci setiap pagi. Perlu dicatat juga jumlah pakan yang sudah diberikan dan juga sisa pakan yang tersisa. Pakan merupakan bagian terpenting dalam pemeliharaan.

Supaya pemberian pakan lebih efisien, sehingga dapat menekan biaya produksi, maka diperlukan cara penghitungan rasio konsumsi pakan terhadap peningkatan berat badan atau Feed Conversion Ratio (FCR) menghitung fcr ayam broilerFeed Convertion Ratio (FCR) merupakan perbandingan jumlah pakan yang digunakan dengan jumlah bobot ayam broiler yang dihasilkan. Nilai FCR semakin kecil, menunjukkan kondisi usaha ternak ayam broiler semakin baik. Angka konversi ransum yang kecil berarti jumlah ransum yang digunakan untuk menghasilkan satu kilogram daging semakin sedikit. Jika semakin tinggi konversi ransum berarti semakin boros ransum yang digunakan.tabel standar performa mingguan ayam broilerSecara umum, keberhasilan dalam beternak ayam potong sangat dipengaruhi oleh pemberian pakan. Semakin baik dan berkualitas pakan yang diberikan, maka akan semakin baik hasil panen yang didapatkan. Untuk menghitung FCR inilah Rumusnya FCR = pakan total (kg) : bobot total ayam hidup (kg)

 

VAKSIN DAN VAKSINASI

Vaksin adalah mikroorganisme penyebab penyakit yang sudah dilemahkan atau dimatikan dan mempunyai sifat imunogenik (immunogenic). Imunogenik artinya dapat merangsang/menstimulasi pembentukan sistem imun atau kekebalan tubuh.

Vaksinasi adalah proses memasukkan vaksin ke dalam tubuh supaya tubuh dapat membentuk kekebalan terhadap penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme dalam vaksin tersebut. Misalnya ayam broiler divaksin dengan vaksin ND agar ayam broiler tahan terhadap serangan penyakit yang disebabkan oleh paramyxovirus (virus penyebab ND).

CARA PENYIMPANAN VAKSIN

Vaksin harus disimpan dalam refrigerator (lemari es/kulkas) bersuhu 2-8˚C (bukan freezer), terhindar dari panas dan sinar matahari langsung.

Apabila hendak mengangkut vaksin ke tempat yang jauh, vaksin harus ditempatkan dalam wadah yang memiliki daya isolasi cukup baik terhadap suhu luar (misal: termos atau sterofoam box), dengan diberi es batu di dalamnya.

ice box untuke menyimpan vaksin ayam dalam perjalanan

HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SAAT VAKSINASI

Jenis, dosis, dan waktu pemberian vaksin harus tepat. Vaksin belum kadaluwarsa.

Pastikan ayam yang akan divaksin dalam kondisi sehat (ayam sakit tidak boleh divaksin).

Jangan melakukan kegiatan vaksinasi saat suhu udara sangat panas (maksimal 29˚C).

Gunakan wadah yang berbahan dasar plastik, hindari wadah yang terbuat dari logam.

Air yang digunakan harus baru dan segar, pH 6.5–7.5, bebas klorin dan desinfektan.

Cuci tempat vaksin dan alat vaksinasi dengan air biasa, tanpa klorin atau desinfektan.

Vaksinator harus terlatih, tata cara dan prosedur vaksinasi harus diikuti dengan benar.

Segera berikan suplemen ayam broiler atau multivitamin setelah vaksinasi untuk mengurangi stress.

METODE VAKSINASI AYAM BROILER

Secara umum ada 3 metode vaksinasi ayam broiler: suntik, tetes mata dan air minum.

 VAKSINASI MELALUI AIR MINUM

Pemakaian klorin dan desinfektan air minum dihentikan 24 jam sebelum vaksinasi. Ayam dipuasakan 1-2 jam sebelum vaksinasi. Jika suhu lebih dari 30˚C sebaiknya 1 jam saja.

Disiapkan air, susu skim, dan vaksin dalam jumlah yang tepat. Jumlah air yang dibutuhkan adalah sejumlah air yang habis diminum ayam selama 1-2 jam.

Karena setiap 1.000 ekor ayam membutuhkan 1 liter air untuk setiap umur, maka dapat digunakan rumusan sebagai berikut:

Jumlah air yang dibutuhkan  =  (Jumlah Ayam  x  Umur Ayam)/1000

Setelah jumlah air ditentukan, susu skim dengan dosis 2 gram per liter air dimasukkan dalam air minum. Untuk daerah beriklim panas sebaiknya ditambahkan es batu. Susu skim berfungsi sebagai pelindung vaksin dari berinteraksi dengan bahan-bahan dalam air untuk menjaga kualitas vaksin.

Untuk daerah dengan kualitas air kurang bagus, disarankan untuk meningkatkan dosis susu skim dan/atau merebus air yang akan digunakan untuk vaksinasi.

Vaksin dicampurkan ke dalam air yang telah disiapkan, aduk hingga rata dan segera tuang ke tempat minum yang telah disediakan.

Agar pembagian vaksin merata, harus dihitung jumlah larutan vaksin yang harus dituang di setiap tempat minum (kontrol distribusi vaksin).

Jumlah air di setiap tempat minum  =  Jumlah Air/Jumlah Tempat Minum

Botol dan tutup botol bekas vaksin harus dibakar atau direndam dalam desinfektan.

 VAKSINASI TETES

Penting untuk diperhatikan bahwa proses penetesan ke dalam mata haruslah tepat dan vaksin harus terserap sempurna ke dalam kelopak mata. Jangan terburu-buru melepaskan ayam jika tetesan belum terserap sempurna.

Harus dihindari penjaringan ayam yang terlalu banyak (maksimal 200 ekor sekali jaring), agar ayam tidak stres terlalu lama ketika menunggu divaksin.

Untuk menghindari turunnya efektifitas vaksin, sebaiknya larutan vaksin dibagi kedalam beberapa alat penetes sesuai jumlah vaksinator (setelah dilarutkan, vaksin harus habis dalam waktu 30 menit).

VAKSINASI SUNTIK

Sebelum dilakukan vaksinasi harus dicek dulu fungsi injektor dengan cara dilakukan uji coba dengan air. Jika injektor rusak atau tidak lancar, jangan digunakan. Jika kotor, dicuci dengan air panas.

Vaksin yang keluar dari refrigerator sebaiknya ditunggu beberapa saat sampai suhunya mendekati suhu lingkungan. Dapat juga dilakukan thawing dengan cara vaksin dari refrigerator direndam dalam air biasa agar lebih cepat mencapai suhu lingkungan.

Sebelum atau saat melakukan kegiatan vaksinasi, sesering mungkin botol vaksin dikocok untuk menghindari pengendapan komponen vaksin.

JADWAL VAKSINASI AYAM BROILER

Jadwal Vaksinasi Ayam Broiler Vaksin yang dipakai untuk ayam pedaging merupakan vaksin inaktif dengan subtipe yang sama pada unggas sehat yang juga baik digunakan untuk cara mengatasi ayam pilek. Ayam pedaging bisa diberikan vaksin saat berumur 4 hari dengan cara suntik subkutan/dibawah kulit. Selain melalui suntikan subkutan, cara pemberian vaksin juga bisa dilakukan dengan cara tetes mata, tetes hidung, dan metode spray. Namun dari semua cara pemberian vaksin, tetes mata dan juga hidung menjadi metode yang paling mudah dilakukan. Sedangkan untuk jadwal pemberian vaksin selengkapnya bisa dilihat berikut ini.

Pemberian vaksin ND DOC F diberikan ayam umur 3 hingga 4 hari dan ayam umur 21 hari serta setiap satu ekor ayam diberikan satu dosis (1 ml).

Pemberian vaksin Gumboro diberikan pada ayam umur 10 hari dengan dosis sesuai dengan anjuran.

Pemberian vaksin ND DOC K (Komacox) diberikan pada ayam umur 42 hari dan merupakan pemberian ND terakhir.

Sedangkan untuk jadwal pemberian mineral, vitamin dan juga obat antibiotik adalah sebagai berikut:

Pada anak ayam umur 1 hingga 2 hari dapat diberikan vitamin, mineral, dan obat antibiotik yang merupakan obat anti stress.

Pada umur 3 hingga 5 hari diberi bahan makanan yang mengandung vitamin dan mineral/feed suplement.

Pada umur 6 hari dan selanjutnya diberikan obat pencegah penyakit berak darah (coccidiosis) yaitu coccidiostat. Obat ini diberikan secara rutin secara 3 hari berturut-turut, lalu 2 hari berhenti dan seterusnya.

Jangan lupa untuk memprogram jadwal vaksin agar pertumbuhan dan perkembangan ayam broiler semakin optimal.

Permodalan

Permodalan, kenapa saya mencantumkan poin tentang modal, karena modal sangat memegang peranan penting yang berhubungan dengan biaya produksi ternak ayam boiler ini. Semakin banyak ayam yang kita ternak maka semakin besar pula biaya yang diperlukan. Sistem atau skema permodalan menghitung modal awal hingga hasil keuntungan yang disesuaikan dengan bisnis yang dijalankan. Berikut terdapat tiga macam skema permodalan yang dapat dipilih untuk memulai budidaya ayam potong broiler.

Kemitraan

Kemitraan sendiri merupakan salah satu skema permodalan dalam usaha peternakan. Biasanya kemitraan ini adalah jalinan kerjasama antara perusahaan dengan peternak. Kemitraan ini akan bersifat kontrak pada umumnya.

Terdapat dua pihak dalam kemitraan yaitu pihak peternak yang menyediakan tenaga kerja dan kandang untuk mengurus ayam dan yang kedua pihak pemodal yang seluruh modalnya merupakan tanggung jawab dari perusahaan mitra.

Hasil panen kurang lebih akan diambil oleh mitra di mana sistem bagi hasilnya sendiri disesuaikan dengan kontrak atau perjanjian yang telah dibuat. Biasanya peternak hanya menerima hasil yang lumayan kecil mengingat peternak tidak menanggung resiko.

Begitu pula apabila terjadi gagal panen, peternak tidak menanggung resiko untuk bibit hingga pakan ayam broiler. Meski begitu, dalam perjanjian kontrak sudah dibahas bagaimana dan apa yang akan terjadi apabila gagal panen. Kedua pihak harus nego dari awal perjanjian.

Semi Kemitraan

Skema permodalan lainnya juga ada semi kemitraan. Semi kemitraan, sesuai namanya, hampir mirip dengan kemitraan namun bedanya jalinan kerjasama antara peternak dan mitra hanya memberikan pinjaman berupa bibit dan pakan.

 

Peternak harus memiliki kandang sendiri dan tentu juga mengelolanya. Peternak ini cukup memiliki risiko namun pendapatannya lebih baik daripada sistem kemitraan. Contohnya, jika terjadi gagal panen, peternak memiliki hutang membayar biaya tersebut kepada mitranya.

Mitra juga akan kebagian hasil yang baik dalam penjualan ayam broiler oleh peternak. Keduanya diuntungkan dalam sistem semi kemitraan. Peternak yang menjual ayam potong broiler sesuai harga pasar akan menerima uang bersih hasil penjualan dikurangi modal yang sudah dipinjamkan.

Mandiri

Sistem permodalan yang ada dilakukan pada perkiraan perhitungan pendapatan di atas disebut juga sebagai permodalan mandiri. Tidak terikat mitra manapun sehingga peternak bebas mengelola peternakannya. Namun, begitu pula dengan resiko yang ditanggung cukup besar. Bila mengalami kerugian, peternak akan mengalami rugi yang besar. Kita juga bisa ikut beternak dengan mengikuti sistem kemitraan, sehingga biasanya minim resiko dibandingkan dengan mandiri.

Demikian tentang permodalan, silahkan disesuaikan dengan kondisi modal yang kita miliki.

Apabila ingin melihat video nya silahkan yaa..

 


 

Terimakasih sudah berkunjung ke Blognya Biksen Akuaponik, semoga bermanfaat.

Salam Sehat untuk kita semua.

Asalamualaikum wr wb.

LAPORAN HASIL BUDIDAYA (DARI MITRA PERUSAHAAN KE PETERNAK)

 

LAPORAN HASIL BUDIDAYA (DARI MITRA PERUSAHAAN KE PETERNAK)

Assalamualaikum wr, wb.
Salam sehat untuk kita semua.
Berikut adalah laporan hasil budidaya ayam boiler yang di berikan dari perusaahan ke peternak.
Semoga bermanfaat ...




Apabila ingin menonton video nya silahkan yaa...


terimakasih sudah berkunjung ke blogspotnya biksen.

Semoga bermanfaat,

Salam Sehat untuk kita semua.

Assalamualaikum. wr wb

SISTEM PENGAIRAN KOLAM AIR DERAS IKAN NILA ATAU IKAN MAS

 Asaalamualaikum wr wb

salam sehat untuk kita semua

kali ini saya akan mencoba menjelaskan bagaimanan sistem pengairan di peternakan ikan kolam air deras dengan kolam yang terbuat dari semen atau tembok.

kolam air deras seperti ini biasanya dipakai untuk pembesaran ikan mas atau ikan nila.

ternyata ternak ikan di kolam air deras, apabila sistem pengairan nya atau input dan output air kolam nya tidak baik maka perkembangan ikan akan terganggu atau pemeliharaan ikan nya akan kurang maksimal. jadi sangat diperlukan sistem input dan output air yang baik untuk peternakan ikan kolam air deras.

kita mulai dari sumber air.... sumber air untuk kolam air deras harus tersedia sepanjang masa, maka apabila akan membuat kolam air deras, carilah daerah yang sumber air nya gratis dan ada sepanjang masa.

dari sumber air yang mengalir ini di alirkan ke setiap kolam dari arah atas kolam dengan menggunakan pintu air dari jeruji besi seperti ini, yang aliran air tutup buka nya menggunakan karpet talang atau plastik atau terpal yang di tempetkan ke pintu jeruji besi. jeruji besi ini panjang nya 50 cm dan lebar nya 50 cm an.

sebelum masuk pembahasan ke pengairan di kolam. sebaiknya di buatkan dahulu jalur air untuk air masuk dan air keluar untuk seluruh kolam yang akan di bangun, seperti di perternakan di sini ini adalah jalur air masuk dan jalur air keluar nya. jadi buatkan seperti selokan untuk jalur air nya.

kita kembali ke pembahasan kolam nya.

kolam pembesaran ikan di area peternakan disini ini kedalaman nya adalah 130 cm. 

dan untuk luas kolam bisa disesuaikan dengan luas nya lahan, tapi untuk lebar kolam pembesaran ikan sebaik nya 2.5 meter s/d 4 meter.

kolam ini lebar nya 6 meter, tapi kalau di pakai untuk pembesaran ikan biasanya kolam ini di bagi 2, dengan memakai jaring. jadi lebar nya 3 meteran. dan panjang kolam ini 8 meter.

saat ini kolam dipakai untuk benih ikan yang baru dipindahkan dari kolam pendederan, jadi jaring nya di lepas dan di kolam nya dipakai untuk pembesaran benih sehiingga nanti pada saat ukuran benih sudah siap untuk pembesaran sampai dengan ukuran konsumsi maka ikan di pindahkan ke kolam pembesaran.

untuk dasar kolam nya di buat agak miring supaya kotoran yang ada di dasar bisa mengalir ke pembuangan, namun apabila kondisi air kurang bagus, maka penumpukan lumpur yang terbawa oleh air akan tetap ada di dasar kolam, tapi tenang di video selanjutnya saya akan bahas bagaimana cara menghilangkan tumpukan lumpur yang ada di dasar kolam yang baik dan benar.

untuk pembuangan air di kolam air deras, buatlah pembuangan di dasar kolam yang mengarah ke luar kolam, sebaiknya pembuangan air memanjang seperti ini. pembuangan air di tempelkan jaring ram kawat ukuran 0.5 cm atau 1 cm.  tempelkan jaring bisa menggunakan papan seperti ini atau besi juga bisa kayanya.

nah yang terpenting adalah pembuangan air di bagian luar dari kolam ternak nya, karena kalau salah setting maka akan gagal kolam air derasnya.

bisa di lihat di luar kolam ternak nya terdapat 2 selokan, 1 selokan lebarnya -/+ 1 meteran, dan 1 selokan ukuran 2 meter.

selokan yang 1 meter tersebut di buatkan jalur sendiri, yang mana fungsi nya adalah untuk pemeliharaan, apabila di perlukan untuk pengurasan atau untuk keperluan lain nya. 

nah di selokan ini terdapat lubang yang mana lubang ini adalah lubang dari paralon 6", jadi tutup buka lubang ini menggunakan paralon 6".

cara pengisian air kolam nya..apabila pengisian dari kolam kosong menjadi terisi air dengan ketinggian yang di harapkan maka penutupan lobang paralon dengan pipa yang tidak ada lobang lobang nya... setelah air ter isi penuh maka paralon tsb di ganti dengan paralon yang ada lobang lobang nya di bagian bawah nya. seteah di ganti dengan paralon yang ada lobang lobang di bagian bawah nya maka air ada yang mengalir ke selokan ini..dan ada air yang mengalir ke selokan yang 2 meter. karena debit air yang sangat besar. maka di perlukan selokan yang 2 meter sebagai penampung pembuangan air yang tidak terbuang dari selokan yang 1 meter dan selokan yang 2 meter ini adalah untuk pembuangan air yang mengalir selama air yang ada di kolam ternak penuh dengan air. dan selokan yang 2 meter ini adalah berfungsi sebagai penentu ketinggian maksimal air kolam.

jadi kolam air deras ini air nya terus terus an mengalir sehingga ikan akan terus bergerak.

demikian sekilas mengenai sistem pengairan di peternakan kolam air deras.

Apabila teman teman ingin melihat video nya silahkan klik link di bawah yaa...

semoga bermanfaat

salam sehat untuk kita semua

assalamualaikum wr wb






BUDIDAYA CACING TANAH ( Lumbricus sp.)

BUDIDAYA CACING TANAH ( Lumbricus sp.)

Cacing tanah termasuk hewan tidak mempunyai tulang belakang (invertebrata). Cacing tanah termasuk kelas Oligochaeta. Famili terpenting dari kelas ini Megascilicidae dan Lumbricidae Cacing tanah bukanlah hewan yang asing bagi masyarakat kita, terutama bagi masyarakat pedesaan. Namun hewan ini mempunyai potensi yang sangat menakjubkan bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia.

 


1.  JENIS - JENIS CACING

Jenis-jenis yang paling banyak dikembangkan oleh manusia berasal dari famili Megascolicidae dan Lumbricidae dengan genus Lumbricus, Eiseinia, Pheretima, Perionyx, Diplocardi dan Lidrillus.

Beberapa jenis cacing tanah yang kini banyak diternakan antara lain: Pheretima, Periony dan Lumbricus. Ketiga jenis cacing tanah ini menyukai bahan organik yang berasal dari pupuk kandang dan sisa-sisa tumbuhan.

Cacing tanah jenis Lumbricus mempunyai bentuk tubuh pipih. Jumlah segmen yang dimiliki sekitar 90-195 dan klitelum yang terletak pada segmen 27-32. Biasanya jenis ini kalah bersaing dengan jenis yang lain sehingga tubuhnya lebih kecil. Tetapi bila diternakkan besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lain.

Cacing tanah jenis Pheretima segmennya mencapai 95-150 segmen. Klitelumnya terletak pada segmen 14-16. Tubuhnya berbentuk gilik panjang dan silindris berwarna merah keunguan. Cacing tanah yang termasuk jenis Pheretima antara lain cacing merah, cacing koot dan cacing kalung.



Cacing tanah jenis Perionyx berbentuk gilik berwarna ungu tua sampai merah kecokelatan dengan jumlah segmen 75-165 dan klitelumnya terletak pada segmen 13 dan 17. Cacing ini biasanya agak manja sehingga dalam pemeliharaannya diperlukan perhatian yang lebih serius.

Cacing jenis Lumbricus Rubellus memiliki keunggulan lebih dibanding kedua jenis yang lain di atas, karena produktivitasnya tinggi (penambahan berat badan, produksi telur/anakan dan produksi bekas cacing “kascing”) serta tidak banyak bergerak

2.   MANFAAT CACING

Dalam bidang pertanian, cacing menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi subur dan penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik. Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman. Selain itu juga cacing tanah dapat digunakan sebagai:

a.      Bahan Pakan Ternak Berkat kandungan protein, lemak dan mineralnya yang tinggi, cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan, udang dan kodok. 


b.      Bahan Baku Obat dan bahan ramuan untuk penyembuhan penyakit. Secara tradisional cacing tanah dipercaya dapat meredakan demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi dan tipus.

c.       Bahan Baku Kosmetik Cacing dapat diolah untuk digunakan sebagai pelembab kulit dan bahan baku pembuatan lipstik.

d.      Makanan Manusia Cacing merupakan sumber protein yang berpotensi untuk dimasukkan sebagai bahan makanan manusia seperti halnya daging sapi atau Ayam.

     3.   PERSYARATAN LOKASI

a.     


Tanah sebagai media hidup cacing harus mengandung bahan organik dalam jumlah yang besar.

b.      Bahan-bahan organik tanah dapat berasal dari serasah (daun yang gugur), kotoran ternak atau tanaman dan hewan yang mati. Cacing tanah menyukai bahan-bahan yang mudah membusuk karena lebih mudah dicerna oleh tubuhnya.

c.       Untuk pertumbuhan yang baik, cacing tanah memerlukan tanah yang sedikit asam sampai netral atau ph sekitar 6-7,2. Dengan kondisi ini, bakteri dalam tubuh cacing tanah dapat bekerja optimal untuk mengadakan pembusukan atau fermentasi.

d.      Kelembaban yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan cacing tanah adalah antara 15-30 %.

e.      Suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan cacing tanah dan penetasan kokon (Telur Caing) adalah sekitar 15–25 derajat C atau suam-suam kuku. Suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat C masih baik asal ada naungan yang cukup dan kelembaban optimal.

f.        Lokasi pemeliharaan cacing tanah diusahakan agar mudah penanganan dan pengawasannya serta tidak terkena sinar matahari secara langsung, misalnya di bawah pohon rindang, di tepi rumah atau di ruangan khusus (permanen) yang atapnya terbuat dari bahan-bahan yang tidak meneruskan sinar dan tidak menyimpan panas.

 

        4.  PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

     


a.     
Penyiapan Sarana dan Peralatan Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat seperti bambu, rumbia, papan bekas, ijuk dan genteng tanah liat. Salah satu contoh kandang permanen untuk peternakan skala besar adalah yang berukuran 1,5 x 18 m dengan tinggi 0,45 m. Didalamnya dibuat rak-rak bertingkat sebagai tempat wadah-wadah pemeliharaan. Bangunan kandang dapat pula tanpa dinding (bangunan terbuka). Model-model sistem budidaya, antara lain rak berbaki, kotak bertumpuk, pancing bertingkat atau pancing berjajar.

      b.      Pembibitan Persiapan yang diperlukan dalam pembudidayaan cacing tanah adalah meramu media tumbuh, menyediakan bibit unggul, mempersiapkan kandang cacing dan kandang pelindung.

b. 1. Pemilihan Bibit Calon Induk Sebaiknya dalam beternak cacing tanah secara komersial digunakan bibit yang sudah ada karena diperlukan dalam jumlah yang besar. Namun bila akan dimulai dari skala kecil dapat pula dipakai bibit cacing tanah dari alam, yaitu dari tumpukan sampah yang membusuk atau dari tempat pembuangan kotoran hewan.

b.2 Pemeliharaan Bibit Calon Induk

Pemeliharaan dapat dibagi menjadi beberapa cara:

b.2.1. pemeliharaan cacing tanah sebanyak-banyaknya sesuai tempat yang digunakan. Cacing tanah dapat dipilih yang muda atau dewasa. Jika sarang berukuran tinggi sekitar 0,3 m, panjang 2,5 m dan lebar kurang lebih 1 m, dapat ditampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa.

b.2.2. pemeliharaan dimulai dengan jumlah kecil. Jika jumlahnya telah bertambah, sebagian cacing tanah dipindahkan ke bak lain.

b.2.3. pemeliharaan kombinasi cara a dan b.

b.2.4. pemeliharaan khusus kokon sampai anak, setelah dewasa di pindah ke bak lain.

b.2.5. Pemeliharaan khusus cacing dewasa sebagai bibit.


      c.       Sistem Ternak


Apabila media pemeliharaan telah siap dan bibit cacing tanah sudah ada, maka penanaman dapat segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yang ada tidaklah sekaligus dimasukan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit. Beberapa bibit cacing tanah diletakan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru bibit cacing yang lain dimasukkan. Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yang berkeliaran di atas media atau ada yang meninggalkan media (wadah). Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada yang meninggalkan wadah berarti cacing tanah itu betah dan media sudah cocok. Sebaliknya bila media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media. Untuk mengatasinya, media harus segera diganti dengan yang baru. Perbaikan dapat dilakukan dengan cara disiram dengan air, kemudian diperas hingga air perasannya terlihat berwarna bening (tidak berwarna hitam atau cokelat tua).

d. Reproduksi/Perkawinan


Cacing tanah termasuk hewan hermaprodit, yaitu memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tubuh. Namun demikian, untuk pembuahan, tidak dapat dilakukannya sendiri. Dari perkawinan sepasang cacing tanah, masing-masing akan dihasilkan satu kokon yang berisi telur-telur. Kokon berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api. Kokon ini diletakkan di tempat yang lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor. Diperkirakan 100 ekor cacing dapat menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Cacing tanah mulai dewasa setelah berumur 2-3 bulan yang ditandai dengan adanya gelang (klitelum) pada tubuh bagian depan. Selama 7-10 hari setelah perkawinan cacing dewasa akan dihasilkan 1 kokon.

        5.    PEMELIHARAAN


1. Pemberian Pakan

Cacing tanah diberi pakan sekali dalam sehari semalam sebanyak berat cacing tanah yang ditanam. Apabila yang ditanam 1 Kg, maka pakan yang harus diberikan juga harus 1 Kg. Secara umum pakan cacing tanah adalah berupa semua kotoran hewan, kecuali kotoran yang hanya dipakai sebagai media. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan pada cacing tanah, antara lain : - pakan yang diberikan harus dijadikan bubuk atau bubur dengan cara diblender. - bubur pakan ditaburkan rata di atas media, tetapi tidak menutupi seluruh permukaan media, sekitar 2-3 dari peti wadah tidak ditaburi pakan. - pakan ditutup dengan plastik, karung , atau bahan lain yang tidak tembus cahaya. - pemberian pakan berikutnya, apabila masih tersisa pakan terdahulu, harus diaduk dan jumlah pakan yang diberikan dikurangi. - bubur pakan yang akan diberikan pada cacing tanah mempunyai perbandingan air 1:1.

2. Penggantian Media.

 Media yang sudah menjadi tanah/kascing atau yang telah banyak telur (kokon) harus diganti. Supaya cacing cepat berkembang, maka telur, anak dan induk dipisahkan dan ditumbuhkan pada media baru. Rata rata penggantian media dilakukan dalam jangka waktu 2 Minggu.

3.  Proses Kelahiran 

Bahan untuk media pembuatan sarang adalah: kotoran hewan, dedaunan/Buah-buahan, batang pisang, limbah rumah tangga, limbah pasar, kertas koran/kardus/kayu lapuk/bubur kayu. Bahan yang tersedia terlebih dahulu dipotong sepanjang 2,5 Cm. Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak, diaduk dan ditambah air kemudian diaduk kembali. Bahan campuran dan kotaran ternak dijadikan satu dengan persentase perbandingan 70:30 ditambah air secukupnya supaya tetap basah.

Keberhasilan beternak cacing tanah tidak terlepas dari pengendalian terhadap hama dan musuh cacing tanah. Beberapa hama dan musuh cacing tanah antara lain: semut, kumbang.

         6.    HAMA DAN PENYAKIT

burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah, kutu dan lain-lain. Musuh yang juga ditakuti adalah semut merah yang memakan pakan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak. Padahal kedua zat ini diperlukan untuk penggemukan cacing tanah. Pencegahan serangan semut merah dilakukan dengan cara disekitar wadah pemeliharaan (dirambang) diberi air cukup.

7.   PANEN

Dalam beternak cacing tanah ada dua hasil terpenting (utama) yang dapat diharapkan, yaitu biomas (cacing tanah itu sendiri) dan kascing (bekas cacing). Panen cacing dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan mengunakan alat penerangan seperti lampu petromaks, lampu neon atau bohlam. Cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya sehingga mereka akan berkumpul di bagian atas media. Kemudian kita tinggal memisahkan cacing tanah itu dengan medianya. Ada cara panen yang lebih ekonomis dengan membalikan sarang. Dibalik sarang yang gelap ini cacing biasanya berkumpul dan cacing mudah terkumpul, kemudian sarang dibalik kembali dan pisahkan cacing yang tertinggal. Jika pada saat panen sudah terlihat adanya kokon (kumpulan telur), maka sarang dikembalikan pada wadah semula dan diberi pakan hingga sekitar 30 hari. Dalam jangka waktu itu, telur akan menetas. Dan cacing tanah dapat diambil untuk dipindahkan ke wadah pemeliharaan yang baru dan kascingnya siap di panen.


bagi yang ingin menonton video nya silahkan klik video di bawah